
YOGYAKARTA — LAZISMU Umbulharjo menyalurkan bantuan kepada guru TK dan karyawan melalui program GARDU (Gerakan Apresiasi dan Dukungan untuk Guru), bagian dari Program Peduli Guru LAZISMU Umbulharjo, pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan ini juga diisi dengan workshop bertema Pembelajaran Mendalam yang Islami sebagai upaya mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga pendidik.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi LAZISMU Umbulharjo bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Umbulharjo dan Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Umbulharjo. Melalui kolaborasi ini, dukungan kepada guru tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan, tetapi juga melalui penguatan kompetensi agar para pendidik dapat terus berkembang dalam menjalankan tugasnya.
Program GARDU hadir sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para guru yang terus berkontribusi dalam dunia pendidikan. Di tengah tantangan kesejahteraan yang masih dihadapi sebagian tenaga pendidik, dukungan terhadap guru menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan yang berkualitas.
GARDU Hadir sebagai Bentuk Apresiasi dan Dukungan bagi Guru

Guru memiliki peran penting dalam mendampingi anak-anak belajar, membangun karakter, dan mengembangkan potensi mereka. Namun, sebagian tenaga pendidik masih menghadapi tantangan kesejahteraan, termasuk keterbatasan penghasilan dan kondisi kerja yang perlu mendapat perhatian.
Melalui GARDU, LAZISMU Umbulharjo berupaya memberikan dukungan kepada guru TK dan karyawan sekaligus mengapresiasi pengabdian mereka dalam dunia pendidikan. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar pemberdayaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penerima bantuan.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan workshop bagi guru KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Umbulharjo. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada dukungan kesejahteraan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Workshop Pembelajaran Mendalam yang Islami untuk Meningkatkan Kompetensi Guru

Dalam rangka meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga kependidikan, Majelis PAUD DASMEN PCA Umbulharjo bersama LAZISMU Umbulharjo menyelenggarakan workshop bertema Pembelajaran Mendalam yang Islami. Kegiatan ini berlangsung di Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Setyoadi Purwanta, yang dikenal sebagai Kak Adi Kitana, dan Dr. Nelva Rolina.
Workshop ini menjadi ruang bagi para guru untuk memperluas wawasan dan mengembangkan keterampilan dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Nur Asriyah dari Majelis PAUD DASMEN PDA Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa workshop tersebut memiliki arti penting dalam meningkatkan kapasitas guru PAUD di wilayah Umbulharjo. Menurutnya, pembelajaran perlu terus dikembangkan agar tidak hanya menyampaikan materi secara permukaan, tetapi juga menjangkau berbagai aspek kehidupan peserta didik.
“Acara ini menjadi ijtihad kita untuk menghadirkan guru dan tenaga pendidik yang memiliki relevansi dengan semangat zaman, khususnya di era digital seperti sekarang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembaruan kemampuan mengajar bagi guru kelompok bermain, TK, dan PAUD. Pengembangan kompetensi secara berkelanjutan diperlukan agar ruang kelas tetap menjadi lingkungan yang menarik dan mendukung proses belajar anak.
“Harapan saya, setelah kegiatan workshop ini para guru dapat mengaplikasikan dan mengimplementasikan ilmunya kepada anak-anak di KB, TK, dan PAUD masing-masing,” ungkapnya kepada Suara Muhammadiyah.
Sinergi untuk Mempersiapkan Tenaga Pendidik Berkualitas

Perwakilan PCA Umbulharjo, Noor Adia, turut menyampaikan apresiasi kepada Majelis PAUD DASMEN dan LAZISMU Umbulharjo atas sinergi yang terus dibangun melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas guru.
Menurutnya, workshop ini memberikan kesempatan bagi guru TK dan PAUD untuk memperkuat kemampuan teknis yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di tengah persaingan antarlembaga pendidikan yang semakin kompetitif.
“Semoga melalui kegiatan workshop ini, TK dan PAUD Aisyiyah di Umbulharjo tetap menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya, dan semoga terus tumbuh kelompok-kelompok bermain di kawasan Umbulharjo,” tuturnya.
Ketua LAZISMU Umbulharjo, Alif Via Kusumaningrum, juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mempersiapkan tenaga pendidik yang berkualitas. Menurutnya, guru yang memiliki keterampilan dan kapasitas memadai berperan penting dalam membentuk generasi yang berkarakter serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Workshop ini bagi LAZISMU Umbulharjo sangat penting, karena berkaitan dengan upaya penyiapan guru-guru berkualitas yang nantinya dapat melahirkan generasi madani,” tuturnya.
Kolaborasi antara LAZISMU Umbulharjo dan Majelis PAUD DASMEN PCA Umbulharjo diharapkan dapat terus mendukung peningkatan kompetensi guru sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak.
Kreativitas sebagai Bagian Penting dalam Pembelajaran Anak
Dalam sesi materi, Kak Adi Kitana menjelaskan bahwa kreativitas bukan sekadar bakat bawaan yang muncul secara tiba-tiba. Kreativitas dapat tumbuh melalui kepekaan dalam mengamati keadaan, keberanian untuk mencoba, serta kedisiplinan dalam mengembangkan gagasan.
Ia mencontohkan bahwa anak-anak kerap menunjukkan rasa ingin tahu melalui berbagai pertanyaan tentang hal-hal yang belum mereka pahami. Kebiasaan bertanya tersebut merupakan salah satu bentuk eksplorasi yang dapat mendukung perkembangan kreativitas anak.
“Semakin dewasa seseorang, kemampuan kognitifnya semakin kuat, namun kemampuan kreativitasnya menurun,” paparnya.
Untuk merespons hal tersebut, Kak Adi mengajak para guru PAUD Aisyiyah agar memperhatikan sejumlah pendekatan dalam mendampingi anak, yaitu keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, serta dorongan untuk terus berkarya.
Ia juga mengingatkan bahwa profesi guru memiliki peran besar dalam membangun masa depan generasi muda sehingga dukungan terhadap para pendidik perlu terus diperkuat.
“Bagi saya, seorang guru adalah pejuang. Dan keberadaan mereka perlu untuk terus didukung,” pesannya.
Menguatkan Kepedulian melalui GARDU

Di sela-sela pelaksanaan workshop, LAZISMU Umbulharjo menyalurkan bantuan apresiasi kepada guru-guru PAUD Aisyiyah melalui Program Peduli Guru dan Karyawan yang dikemas dalam GARDU. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengabdian para pendidik yang berperan dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Melalui program tersebut, LAZISMU Umbulharjo berupaya menghadirkan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.
LAZISMU Umbulharjo menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk mendukung program-program pemberdayaan. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal yang membawa keberkahan, memberikan manfaat bagi para penerima manfaat, serta menguatkan langkah para guru dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Semoga Program GARDU dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mendukung kesejahteraan guru serta mewujudkan pendidikan yang semakin berkualitas. Aamiin.
Ada Pertanyaan?
Silahkan hubungi admin atau kunjungi media sosial kami

