
Yogyakarta — Alhamdulillah, Program Sedekah Air Bersih LAZISMU Umbulharjo terus berjalan untuk membantu masyarakat di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang terdampak kekeringa
Musim kemarau yang berlangsung lebih kering di sejumlah wilayah DIY menyebabkan kebutuhan air bersih menjadi perhatian bersama. Pemerintah Daerah DIY menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan melalui Keputusan Gubernur DIY Nomor 248 Tahun 2026. Status tersebut berlaku mulai 20 Juli hingga 30 September 2026.
Sebelumnya, Kabupaten Gunungkidul telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan sejak 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 melalui Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 154/KPTS/2026. Sementara itu, Kabupaten Bantul menetapkan status serupa mulai 25 Juni hingga 25 September 2026 melalui Keputusan Bupati Bantul Nomor 263 Tahun 2026.
Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
LAZISMU Umbulharjo Bergerak Menyalurkan Air Bersih

Merespons kondisi tersebut, LAZISMU Umbulharjo melakukan survei ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Berdasarkan hasil survei dan informasi yang diterima dari masyarakat, beberapa wilayah mengalami penurunan debit sumber air, termasuk sumur yang mulai mengering atau tidak lagi menghasilkan air dalam jumlah yang mencukupi.
Melalui amanah Program Sedekah Air, LAZISMU Umbulharjo kemudian menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan secara mandiri maupun melalui kolaborasi bersama berbagai unsur Muhammadiyah dan masyarakat.
Berikut rangkaian penyaluran Program Sedekah Air Bersih LAZISMU Umbulharjo:
1. Paliyan dan Tepus, Gunungkidul — 25 Agustus 2026
Pada Selasa, 25 Agustus 2026, LAZISMU Umbulharjo bersama PRM dan PRA Celeban turut mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Gunungkidul.
Sebanyak 70 tangki air bersih disalurkan untuk wilayah Paliyan, sedangkan 45 tangki disalurkan untuk wilayah Tepus.
Kegiatan tersebut menjangkau sekitar 106 KK penerima manfaat.
2. Geger Pundong dan Krambil, Gunungkidul — 31 Agustus 2026
Pada Senin, 31 Agustus 2026, LAZISMU Umbulharjo kembali menyalurkan bantuan secara mandiri.
Sebanyak 10 tangki air bersih disalurkan ke wilayah Geger Pundong, sedangkan 20 tangki disalurkan ke wilayah Krambil Pundong.

Selain bantuan air bersih, LAZISMU Umbulharjo juga menyalurkan peralatan ibadah dan alat kebersihan untuk masjid setempat, yaitu Masjid Al Hikmah Geger Pundong dan Masjid Ash Shoffudin Krambil.
Penyaluran ini memberikan manfaat bagi sekitar 130 KK di wilayah tersebut.
3. Ainul Yakin, Tepus, Purwosari, dan Panggang — 6 September 2026
Pada Minggu, 6 September 2026, LAZISMU Umbulharjo kembali memperluas penyaluran melalui kerja sama bersama MPKS dan PCA se-Umbulharjo.
Bantuan air bersih disalurkan ke beberapa wilayah, yaitu:
- Pondok Pesantren Ainul Yakin: 80 tangki
- Tepus, Gunungkidul: 20 tangki
- Purwosari, Gunungkidul: 40 tangki
- Panggang, Gunungkidul: 37 tangki
Penyaluran tersebut menjangkau sekitar 140 KK penerima manfaat.
4. Pancuran dan Joho, Bantul — 14 September 2026
Tidak hanya Gunungkidul, penyaluran juga dilakukan ke wilayah Bantul.
Pada Senin, 14 September 2026, LAZISMU Umbulharjo secara mandiri menyalurkan 20 tangki air bersih ke Pancuran, Bantul, dan 10 tangki ke Joho, Bantul.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 167 KK yang terdampak kesulitan air bersih.
5. Panggang, Gunungkidul — 20 September 2026
Penyaluran kembali dilakukan pada Minggu, 20 September 2026, melalui kolaborasi bersama PRM dan PRA Glagah serta jamaah masjid setempat.
Sebanyak 251 tangki air bersih didistribusikan untuk masyarakat di wilayah Panggang, Gunungkidul.
Kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 180 KK penerima manfaat.
Kondisi Sumber Air di Wilayah Terdampak
Dari survei yang dilakukan di sejumlah lokasi, LAZISMU Umbulharjo menemukan bahwa kekeringan berdampak pada berkurangnya ketersediaan air di beberapa wilayah. Sejumlah sumber air mengalami penurunan debit. Bahkan, terdapat sumur bor yang sudah tidak lagi menghasilkan air dalam jumlah yang mencukupi.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat di beberapa wilayah menggunakan sistem penampungan air bersama. Air yang diterima melalui bantuan kemudian ditampung di tempat penampungan besar sebelum dialirkan melalui jaringan pipa menuju rumah-rumah warga.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bantuan air bersih tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama kondisi kekeringan berlangsung.
BPBD DIY sendiri menyebut musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal. BPBD juga terus mendorong masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan.
Kepedulian yang Terus Mengalir
Kekeringan bukan hanya berdampak pada ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat memberikan dampak lebih luas terhadap kehidupan masyarakat, termasuk sektor pertanian, ketahanan pangan, serta meningkatnya risiko kebakaran lahan pada kondisi yang sangat kering.
Karena itu, LAZISMU Umbulharjo berkomitmen untuk terus mengupayakan penyaluran bantuan ke wilayah yang membutuhkan sesuai hasil survei dan kondisi di lapangan.
Alhamdulillah, seluruh amanah yang diterima melalui Program Sedekah Air Bersih dapat disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah terdampak.
LAZISMU Umbulharjo menyampaikan terima kasih kepada seluruh Dermawan, serta Ortom Muhammadiyah, PCM, PCA, PRM, PRA dan MPKS se-Umbulharjo yang telah membuka ruang kolaborasi serta menyisihkan rezekinya untuk mereka yang terdampak, sehingga manfaat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Semoga setiap amanah yang dititipkan menjadi manfaat bagi penerima dan menjadi amal kebaikan bagi para Dermawan.
Mari terus alirkan kepedulian. Karena bagi sebagian masyarakat, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan, rezeki yang disisihkan, dan kepedulian yang diberikan dengan sebaik-baik balasan serta menjadikannya sebagai amal yang terus memberikan manfaat. Aamiin.








