

Ibu Yuni, seorang ibu rumah tangga, harus menghadapi ujian berat dalam hidupnya. Ia memiliki dua anak yang masih duduk di bangku sekolah—yang pertama di SMP, dan yang kedua di SD. Di tengah perjuangan membesarkan anak-anaknya, cobaan besar datang menghampiri keluarganya.
Sang suami, Bapak Yudin, yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga sebagai buruh harian lepas di pengrajin perak, tiba-tiba mengalami sakit kepala hebat yang tak tertahankan. Kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan menjadi pukulan berat bagi keluarga ini…
Bapak Yudin didiagnosis menderita Kangker otak stadium 4.
Untuk menyelamatkan nyawanya, Bapak Yudin harus segera menjalani operasi dan perawatan intensif. Namun, biaya yang sangat besar membuat Ibu Yuni terpaksa berhutang demi kesembuhan sang suami.
Kini, Ibu Yuni harus berjuang seorang diri.
Selain merawat suami yang terbaring lemah, ia juga harus mengurus kedua anaknya yang masih membutuhkan perhatian dan biaya pendidikan. Di sisi lain, kebutuhan hidup terus berjalan—biaya kontrakan rumah, listrik, sekolah, dan kebutuhan sehari-hari yang tak bisa ditunda.
Dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas, Ibu Yuni semakin kesulitan untuk bertahan. Namun di balik semua itu, ia tetap berusaha kuat… demi keluarganya.

Sahabat, di saat seperti inilah uluran tangan kita sangat berarti.
Sedikit bantuan yang kita berikan, bisa menjadi harapan besar bagi mereka.
Mari bersama kita bantu Ibu Yuni dan keluarga,
agar Bapak Yudin bisa mendapatkan pengobatan yang layak,
dan keluarga ini bisa kembali bangkit menjalani kehidupan.
![]()
Menanti doa-doa orang baik