LAZISMU Umbulharjo menyalurkan 39 paket sembako kepada para mustahik pada Jumat (14/8) di Masjid Al-Furqon, Nitikan Baru, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pengajian yang disampaikan oleh Anton Ismunanto.
Kepala Kantor LAZISMU Umbulharjo, Alif Via Kusumaningrum, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, tasyaruf ini menjadi bagian dari sinergi antara LAZISMU dengan Cabang dan Ranting Muhammadiyah-‘Aisyiyah di wilayah Umbulharjo.

“Pembagian ini sebenarnya tidak sekadar untuk mustahik di LAZISMU Umbulharjo. Beberapa waktu lalu, kami juga menyalurkan bantuan kepada binaan dari masing-masing PRA,” ujar Via.
Selanjutnya, Via menjelaskan bahwa penyaluran paket sembako merupakan bagian dari program rutin LAZISMU Umbulharjo. Para penerima manfaat telah melalui proses pendataan dan survei sehingga bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Umbulharjo.
Selain program sembako, LAZISMU Umbulharjo juga menjalankan sejumlah program lainnya, seperti Program Peduli Guru yang dilaksanakan setiap tiga bulan dalam bentuk pembinaan keislaman dan santunan uang tunai. LAZISMU juga menyalurkan bantuan 100 kilogram beras kepada mustahik binaan PRA se-Umbulharjo.
“Pembagiannya diusahakan merata di seluruh wilayah Umbulharjo. Insyaallah, manfaat dana zakat ini dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” jelas Via.
Berangkat dari Semangat Al-Maun
Pelaksanaan berbagai program tersebut berangkat dari semangat Surah Al-Maun, terutama dalam kepedulian terhadap kaum dhuafa dan mereka yang membutuhkan. Dana yang dihimpun dari muzaki dan munfiq kemudian disalurkan melalui berbagai program agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berusaha menyalurkan amanah dari para muzaki maupun munfiq yang berinfak kepada LAZISMU Umbulharjo. Harapannya, dana tersebut dapat membantu meringankan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” ungkap Via.

Ke depan, LAZISMU Umbulharjo berharap para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga dapat meningkatkan kemandirian ekonomi. Dengan demikian, mereka memiliki peluang untuk berkembang dan suatu saat dapat menjadi munfiq atau bahkan muzaki.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Umbulharjo, Safroni, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial. Tasyaruf juga disertai pembinaan sebagai upaya memperkuat keimanan dan kepedulian penerima manfaat.
“Harapannya, Bapak-Ibu yang saat ini masih berstatus sebagai mustahik dapat meningkatkan kemandirian dan kemampuan ekonominya. Dengan begitu, ke depan mereka tidak menutup kemungkinan dapat menjadi muzaki,” tutur Safroni.
Melalui program tasyaruf dan pembinaan yang berkelanjutan, LAZISMU Umbulharjo berkomitmen untuk terus memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, program tersebut juga diharapkan mampu mendorong mustahik untuk tumbuh lebih mandiri dan berdaya.







