Benarkah? Muharram Bulan yang Sial?

Bagikan sekarang

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk bulan yang mulia dalam Islam. Namun, sebagian masyarakat, khususnya dalam budaya Jawa, menyebutnya sebagai bulan Suro dan menganggapnya membawa kesialan. Banyak orang menghindari aktivitas seperti menikah, pindah rumah, atau mengadakan hajatan karena kekhawatiran tersebut. Pertanyaannya, apakah anggapan ini sesuai dengan ajaran Islam?

Islam menetapkan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram (bulan suci). Allah SWT menjelaskan hal ini dalam Surah At-Taubah ayat 36. Pada bulan tersebut, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah dan meninggalkan perbuatan dosa. Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Penjelasan ini menunjukkan bahwa Muharram memiliki keutamaan yang besar.

Kalau Bulan Muharram mulia, kenapa sebagian orang menganggapnya menyeramkan?

Sebagian masyarakat membangun anggapan bahwa Muharram adalah bulan sial karena pengaruh tradisi yang berkembang secara turun-temurun. Mereka kemudian mempercayai larangan-larangan tertentu tanpa dasar syariat. Padahal, Islam tidak mengenal konsep waktu yang membawa kesialan. Rasulullah SAW melarang umatnya meyakini tathayyur, yaitu keyakinan terhadap pertanda buruk yang dapat memengaruhi nasib seseorang.

Islam menegaskan bahwa amal perbuatan manusia menentukan baik dan buruknya kehidupan. Waktu tidak menentukan nasib seseorang. Oleh karena itu, umat Islam seharusnya memanfaatkan bulan Muharram sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, dan nilai tersebut menjadi dasar dalam penetapan kalender Hijriah.

Selain meningkatkan ibadah, umat Islam dapat mengisi bulan Muharram dengan berbagai amal kebaikan. Mereka dapat bersedekah, membantu sesama, serta memperkuat kepedulian sosial. Langkah-langkah ini menjadikan Muharram sebagai momentum spiritual sekaligus sosial.

Kesimpulannya, Muharram bukan bulan sial, melainkan bulan yang penuh keberkahan. Umat Islam perlu memahami ajaran agama secara benar agar tidak terpengaruh oleh mitos yang tidak berdasar. Cara terbaik memaknai Muharram adalah dengan meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Hubungi Kami

Silakan hubungi admin atau kunjungi media sosial kami

Program Kebaikan di Bulan Muharram

Salurkan sedekah terbaik Anda untuk para penghafal Al-Qur’an.

Donasi Sekarang

Konsultasi Zakat Anda?

Kami siap melayani konsultasi ZIS, baik perorangan maupun perusahaan.

More To Explore

Kajian Islam

Benarkah? Muharram Bulan yang Sial?

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk bulan yang mulia dalam Islam. Namun, sebagian masyarakat, khususnya dalam budaya Jawa, menyebutnya sebagai bulan

Laporan

Tebar Qurban dan Baksos Hingga ke Daerah Pelosok

Pada 30 Mei 2026, Lazismu Umbulharjo bersama PCM, PRA, AMM Umbulharjo, serta PG PAUD UAD melaksanakan Program Tebar Qurban dan Bakti Sosial Menjangkau Pelosok. Kegiatan